Destinasi

Mengintip kampung Unik Penuh Warna Jodipan Kota Malang

Kampung Warna Warni Jodipan Malang – Warnai Harimu di Tempat Wisata Terbaru Ini – Kota Malang semakin semarak dan penuh warna setelah adanya kampung berwarna-warni yang terletak pada 2 kampung wisata yaitu Jodipan dan Kesatrian. Rumah-rumah warga yang berada di 2 kampung di sebelah timur jembatan Embong Brantas itu dicat dengan warna yang bervariasi (kabarnya ada 17 warna) serta mencolok pada tembok dan atap rumah, jalanan, kandang ayam, tiang jemuran dsb. Tempat yang dulunya terlihat kumuh, kini menjadi lebih sedap dipandang oleh karena hal tersebut.

Kampung warna-warni adalah objek wisata baru di dalam Kota Malang, yang akan semakin menjadikan Kota Malang sebagai tujuan wisata utama, bukan hanya sebagai kota transit atau peristirahatan untuk berwisata ke Kota Batu atau Kabupaten Malang. Para wisatawan yang datang ke Kota Malang dapat menyisihkan waktunya untuk mengunjungi objek wisata yang anyar ini.

Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang lebih dikenal sebagai kampung warna-warni Malang, meskipun ada kampung Tridi Kesatrian di sebelahnya yang juga penuh warna-warni. Jika dilihat dari atas jembatan Embong Brantas, Kampung Wisata Jodipan (KWJ) merupakan kampung warna-warni yang ada di sebelah selatan (kanan) sungai sedangkan di sebelah utaranya (kiri sungai) adalah Kampung Tridi (3D/Tiga Dimensi).

Nah,, bagi yang belum mengetahui Kampung Warna Warni Jodipan, tepatnya kampung ini terletak sebelah selatan Stasiun Kota Baru, untuk menuju Kampung Warna Warni Jodipan dari stasiun, silahkan menuju ke jalan Gatot Subroto/ pecinan, ketika melewati jembatan sungai brantas tengok ke sebelah kiri bawah jembatan, nanti akan terlihat berderet rumah berwarna warni yang indah di pandang, inilah yang di namakan Kampung Jodipan yang baru ini booming di media social.

Karena Kampung Jodipan berada di bantaran kali brantas, kampung kumuhlah gambaran di benak masyarakat tentang kampung ini, apalagi kalau sungai brantas airnya sedang tinggi secara otomatis dengan banyknya sampah yang mengendap di bantaran sungai brantas, rumah penduduk yang berada kurang lebih sekitar 10 meter dari tepi sungai tentunya menjadi korban sampah dari sungai brantas, mungkin bisa di banyangkan apa yang membuat Kampung Jodipan menjadi tampak indah nan menawan..?

Sejarah terbentuknya kampung Jodipan ini tak lepas dari ide kreatif sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan praktikum Public Relations Ilmu Komunikasi. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Guys of Public Relations (bisa dilihat di IG @guyspro) ingin agar kampung kumuh yang terletak di bantaran sungai Brantas ini menjadi menjadi bersih. Nah, mereka memilih untuk membuat sesuatu yang beda.  Dengan menggandeng Decofresh, sebuah produsen cat di Malang, akhirnya tercipta sebuah kampung warna-warni.

Diresmikan pada tanggal 4 September 2016, kampung ini selalu ramai pengunjung lokal maupun mancanegara. Terutama weekend dan musim liburan.

Kampung Warna–Warni vs Kampung Tridi

Sebagai seorang pengunjung, saya pikir bahwa semua rumah yang berwarna-warni termasuk ke dalam Kampung Warna. Ternyata tidak teman-teman! Jadi begini, yang kampung warna-warni adalah kampung yang berada di 3 RT yaitu 6,7,9 di wilayah RW 02 Kelurahan Jodipan, Malang. Lokasinya dapat terlihat dari jembatan embong Brantas (Jl. Gatot Subroto) sekitar 500 meter dari stasiun kota Malang.

Nah, saya kira sama saja dengan di kampung di sebelahnya, yaitu kampung tridi (3D). Di Kampung tridi ini rumah-rumah warga dicat warna-warni dan dihiasi gambar 3 dimensi (lukisan mural). Ada brand Decofresh juga. Jika jeli, kita bisa melihat atap Kampung Tridi yang dicat dengan warna lebih teratur per barisnya. Sedangkan di Kampung Warna, atap waga dicat secara acak.

Jujur, saya baru tahu dari warga yang bertugas menjadi penjaga tiket masuk bahwa di kampung tridi adalah ide dari Walikota yang ingin agar kampung ini sama warna-warninya. Jadi dana untuk pengecatan dan lain sebagainya menjadi tanggung jawab Pemkot. Dan saya pernah masuk kesini tanpa dipungut biaya.

Sedangkan kampung warna-warni ini sudah tidak mendapatkan kucuran dana dari brand cat lagi. Jadi kalau kita membayar tiket sudah termasuk untuk biaya perawatan, inovasi gambar, kebersihan, dll.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan Saat Jalan-Jalan ke Kampung Warna Warni Malang

Saat berwisata ke Kampung Warna Warni Malang (berlaku juga buat Kampung Tridi), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengunjung, diantaranya sebagai berikut:

  • Pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan baik itu dari sampah maupun hindari mengotori tembok-tembok yang menjadi daya tarik utama dari objek wisata ini;
  • Tidak naik ke atas rel kereta karena sangat berbahaya;
  • Tidak menyeberangi sungai ke kampung wisata di sebelahnya karena agak dalam, licin dan berarus deras;
  • Karena lalu lintas di jembatan Embong Brantas yang cukup padat, berhati-hatilah saat sedang jalan-jalan atau sedang berfoto di jembatan tersebut. Pengunjung bisa saja terserempet kendaran yang sedang melintas jika tidak berhati-hati;
  • Jika salah satu spot yang sangat ingin anda berfoto disana namun cukup ramai, antrilah dengan sabar dan juga tetap mengingat orang lain yang juga ingin foto disitu, jadi jangan kelamaan yah foto-fotonya
  • Oh iya, karena ini masih di dalam area perkampungan warga, setidaknya tetap menghargai warga yang menetap disitu dengan tidak teriak-teriak sembarangan seperti orang kesurupan. Mungkin diantara warga, ada anak-anaknya yang sedang sibuk belajar menghadapi ujian atau ada yang diantaranya yang sedang terbaring sakit dan butuh ketenangan.

Buat kalian yang ingin berkunjung di Kampung Jodipan di sarankan menggunakan sepeda motor agar dapat parkir tepat di depan pintu masuk kampung terletak di selatan ujung jembatan Jalan Gatot Subroto Kota Malang, apabila menggunakan mobil juga bisa akan tetapi tempat parkirnya di depan ruko Jalan Gatot Subroto, buat kalian yang gak betah sama panas terik matahari di rekomendasikan berkunjung pada sore hari agar dapat berkeliling kampung warna warni Jodipan tanpa takut terkena terik matahari 🙂

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close